here i am !

Foto Saya
Garut, Jawa Barat, Indonesia
terlahir sebagai anak pertama dari pasangan Yusman Iskandar dan Marini Widaningrum di Pekanbaru pada 14 Januari 1994. Saat ini sedang (alhamdulillah masih) bernafas di kota Garut dan menjalani sisa hidup yang menyenangkan :)

Sabtu, 31 Maret 2012

Isyarat Tangan di Berbagai Negara


Assalamu’alaikum... yang gak  jawab dosa loh, hehehe :p
Kali ini aku mau share, lagi-lagi terinspirasi dari materi kuliah. Eits tenaaang, bahasan nya asik kok. Baca sampe habis yaaa #maksa, mudah-mudahan bisa nambah pengetahuan. Okay, happy reading ! :)

KOMUNIKASI NONVERBAL, BAHASA TUBUH
Bidang yang menelaah bahasa tubuh disebut kinesika (kinesics), suatu istilah yang diciptakan seorang perintis studi bahasa nonverbal, Ray L. Birdwhistell. Menurut si bapak ini, setiap anggota tubuh seperti wajah (termasuk senyum dan pandangan mata), tangan, kepala, kaki, dan bahkan tubuh secara keseluruhan dapat digunakan sebagai isyarat simbolik. Karena kita hidup, semua anggota badan kita senantiasa bergerak. Bahkan kata Blaise Pascal, tabiat kita adalah bergerak; istirahat sempurna adalah kematian. Jadi jangan suka males-malesan yaa, manfaatkan tubuh yang udah Tuhan pinjemin sama kita dengan baik :)

ISYARAT TANGAN DI BERBAGAI NEGARA
Nyadar gak sih, kalo kita lagi nelfon tangan kita suka heboh sendiri dengan ngelakuin gerakan-gerakan seolah lagi berhadapan dengan orang yang kita telfon. Padahal kan lawan bicara kita gak bisa liat isyarat tangan kita. Nah ini dia yang disebut sebagai emblem, yaitu isyarat tubuh yang dipelajari, yang mempunyai makna dalam suatu budaya atau subkultur. Jadi, biarpun isyarat yang digunakan sama, tapi maknanya bisa jadi berbeda di tiap negara.

Beberapa negara termasuk pengguna isyarat tangan yang aktif, diantaranya orang-orang Perancis, Italia, Spanyol, Meksiko, India dan Arab. Saat berbicara tangan mereka selalu heboh dan seakan gak bisa diam. Bisa diliat kan di telenovela atau film bollywood, gimana ‘ekspresif’nya tangan orang Meksiko atau India pas lagi ngomong.

Berbeda dengan beberapa suku Indian di Bolivia, karena iklim yang dingin, mereka terbiasa meletakkan tangan mereka dibawah syal atau mantel yang tebal, dan karena itu mereka lebih mengandalkan ekpresi wajah dan mata mereka. Jadi budaya isyarat tangan ini dipengaruhi dengan kondisi geografis juga ya.

Untuk menunjuk diri sendiri (“Saya!” atau “Saya?”) seperti juga orang Kenya dan Korea Selatan, orang Indonesia menunjuk dadanya dengan telapak tangan atau telunjuknya, sedangkan orang Jepang menunjuk hidungnya dengan telunjuk. Kalo kalian suka noton film-film Jepang, mungkin udah gak asing dengan ekspresi ala Jepang ini.

Tau kan isyarat jari membentuk huruf V? itu sih ekspresi instan yang bakal dilakuin kalo lagi foto-foto, hehe. Isyarat V itu sebenernya awalnya digunakan oleh Winston Churchill sebagai tanda kemenangan (Victory) pada masa Perang Dunia II, juga sebagai lawan dari salut ala Nazi Hitler. Tapi kalo jaman sekarang, isyarat V itu cenderung dipake sebagai lambang perdamaian 



Isyarat dengan menggunakan jari telunjuk buat nunjukin arah atau sesuatu dianggap gak sopan di Indonesia. Mereka, atau khususnya orang Sunda dan Jawa biasa menggunakan jempolnya untuk menunjukkan sesuatu. Tapi ada pengecualian buat orang Batak, yang biasa menunjuk dengan telunjuk, tanpa ada maksud kasar pada orang yang dihadapinya. Begitu juga orang Betawi, yang gak jarang menunjuk sambil monyongin mulutnya bilang “ke sono nooo!” Tapi kalo di Amerika isyarat jempol ini dipake buat nebeng gratis sama kendaraan yang lewat (hitchiking). Namun jangan coba pake isyarat ini di Italia dan Yunani, karena disana isyarat ini dianggap sebagai cabul.

Isyarat melambaikan tangan yang artinya memanggil, dipakai di Indonesia, Ghana, Pakistan dan beberapa negara di Timur Tengah dan Mediterania. Tapi kalo di Amerika isyarat ini diartikan sebagai salam perpisahan. Jadi jangan heran kalo kalian orang Indonesia, memanggil teman kalian yang orang Amerika dengan melambaikan tangan, dia malah pergi.

Tau isyarat tangan buat melambangkan “f*ck you”? Isyarat ini di Amerika dipake sebagai tanda kesal atau marah, atau buat menyinggung perasaan orang lain. Isyarat ini juga dianggap gak sopan bahkan kurang ajar di Australia. Di Inggris, isyarat yang setara dengan acungan jari tengah di Amerika adalah tanda “V” yang dibalik. Di Indonesia, menempelkan telunjuk dikening dengan posisi miring menunjukkan ejekan “Gila lu!” Sedangkan di Australia, Amerika, Kanada dan Malaysia isyarat yang setara dengan ini adalah dengan memutar-mutarkan telunjuk di samping kepala sebelah kanan,dipelipis atau ditelinga.



Di Amerika, isyarat untuk “OK” atau “bagus” adalah suatu lingkaran yang dibentuk oleh ibu jari dan telunjuk dengan ketiga jari lainnya berdiri, begitu juga di Jerman. Di Paris, isyarat “OK” ala Amerika ini berarti “kamu tidak berharga” bahkan berarti kutukan di beberapa negara di wilayah Arab. Sedangkan di Jepang, Korea dan Filipina isyarat ini berarti “uang”. Di Brazil, Kolumbia dan Amerika Latin isyarat ini dianggap kurang ajar dan menghina. Dan yang paling ekstrim, di Tunisia isyarat ini berati “i will kill you!” Beuh serem juga yah.



Thumbs up atau acungan jempol adalah simbol tangan yang paling populer. Biasanya simbol ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bagus atau baik. Seperti yang diketahui banyak orang, symbol ini berawal dari gladiator (Roma - Italia) di mana para penonton diberi kewenangan oleh kaisar apakah pejuang gladiator berhak untuk hidup atau mati. Simbol jempol ke atas (Thumb Up) menandakan pejuang boleh hidup (menang). Simbol jempol ke bawah (Thumb Down) menandakan pejuang harus mati (kalah).


Tepuk tangan ternyata bukan isyarat mutlak buat ngasih aplaus. Di Lhasa, Tibet, orang bertepuk tangan buat ngusir roh jahat (kayak di film Seven Years in Tibet, pas orang-orang Lhasa bertepuk tangan buat ngusir Heinrich Harrer -dibintangi Brad Pitt- orang asing yang dianggap membawa roh jahat). Ada-ada aja ya. 

Ketika jenazah Paus Yohannes Paulus II diusung melewati lapangan Santo Petrus, Vatikan taun 2005 lalu, hadirin justru bertepuk tangan buat menghormati pimpinan Gereja Katolik sedunia tersebut. Kalo menurut kita justru aneh ya, masa orang meninggal dikasih tepuk tangan. Kesannya kayak yang seneng banget kalo orang itu meninggal.

Kalo isyarat khas Anang yang menyilangkan dua telunjuk di depan Syahrini artinya apa ya? Itu loh yang lagunya jangan memilih aku, bila kau tak mampu setia... hahaha . Tapi sekarang udah end ya, soalnya sekarang mas Anang nya udah sama Ashanty :p

MENGANGGUK TIDAK SELAMANYA “YA”
Di beberapa negara, anggukan kepala malah berarti “tidak”, seperti di Bulgaria dan Uni Emirat Arab. Di kedua negara itu justru isyarat untuk “ya” adalah dengan menggelengkan kepala.
Orang Inggris, seperti orang Indonesia, mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanda mendengarkan dan memahami. Di Yunani, orang mengatakan “tidak” dengan menyentakkan kepalanya kebelakang dan menengadahkan wajahnya, begitu juga orang Italia. 

Di India, “ya” di isyaratkan dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Seorang pria Indonesia yang dateng ke Mumbay India, terheran-heran pas kuli yang ngebawain barangnya di bandara, menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tetap berdiri dan tersenyum, setelah dia membayar jasa kuli itu dua dollar AS. Dia pikir upah yang dia bayar kurang, jadi dia tambahin lagi 1 dollar. Tapi si kuli tetep aja berdiri disitu, malah senyumnya tambah lebar. Jengkel, akhirnya dia tinggalin si kuli. Ternyata setelah ngobrol dengan seorang warga disitu, menggeleng-gelengkan kepala disana artinya setuju, sama dengan mengangguk kalo di Indonesia. Pantes aja itu kuli kegirangan, hahaha. 

Kebingungan atau kesalahpahaman bisa aja terjadi kalo kita gak menyadari makna kultural yang melekat pada isyarat-isyarat tersebut. Jadi gak ada salahnya kan tau informasi ini. Oke semoga bermanfaat yaaaaa :)

referensi : dosen Pengantar Komunikasi saya, Bu Siswantini






Rabu, 28 Maret 2012

KENAPA SAYA MASUK FIKOM UNIGA?


KENAPA SAYA MASUK FIKOM UNIGA?
Artikel (sebenernya masih jauh kalo mau dibilang artikel) ini saya tulis dengan sepenuh hati buat dosen saya Pak Dadan, nilainya yang bagus ya pak, hehehe. Oke kita mulai ya pak :D

Kenapa saya masuk fikom Uniga? Sebenarnya sih awalnya saya gak ada niat buat masuk Uniga. Saya mah pengen nya kuliah broadcasting atau jurnalistik di Bandung atau di Jakarta atau dimana lah yang jelas di luar Garut. Alasannya simpel aja, pengen coba lingkungan baru, pengalaman baru, teman baru, dan syukur-syukur dapet pacar baru, hahaha.

Tapi gara-gara orangtua gak mengizinkan dengan alasan  khawatir dsb, akhirnya orangtua memaksa buat kuliah di Garut. Padahal kan apa salahnya coba ikutan SNMPTN -urusan prestasi kan nilai saya gak ancur ancur amat, haha- siapa tau kalo ternyata saya lulus ortu jadi luluh dan ngizinin. Tapi ternyata tetep GAK BOLEH ! Dan apa boleh buat, mau gak mau harus mau. Tapi untungnya orangtua masih ngasih kebebasan buat milih masuk jurusan apa. Dan dengan setengah hati akhirnya saya pilih ke Uniga, karena di Garut yang ada fikom baru di Uniga aja :(

Pertama menjejakkan kaki di Uniga, ternyata fikom nya baru ada satu jurusan, Public Relations. Hufh ya sudahlah, daripada gak dikuliahin akhirnya saya pasrah buat ngabisin masa muda saya yang berharga di Uniga. Apalagi buat ngobatin kenelangsaan saya, ortu akhirnya berkenan buat ngasih saya sepeda motor yang udah saya impikan sejak SMA. Hahaha alhamdulillah yah ada hikmahnya :D Kata mamah “Gak penting kaka kuliah dimana, yang penting kaka serius belajarnya, dan terakhir : JANGAN KEBUT-KEBUTAN” Ngebut nyaan mah bae :p

Hari-hari pertama kuliah, semuanya lempeng-lempeng aja dan sangat amat membosankan. Terlebih temen-temen nya masih pada masing-masing, mungkin karena belum kenal atau malu atau gak mau kenal terserah ! Yang jelas sebulan pertama di Uniga bener-bener bikin geraaaaaaahhhhh.

Kehidupan mulai terlihat pas masuk bulan kedua. Suasana mulai asik dan kondusif karena kita mulai bisa berbaur. Perkuliahan juga mulai hidup dengan adanya debat dan diskusi-diskusi yang diberikan dosen. Gregetnya mulai dapet lagi pas kita UTS yang pertama. Dan kesan terakhir yang saya dapet, ternyata kuliah di daerah gak sesuram yang dibayangkan ya, hahaha. Fasilitasnya udah oke, kelasnya juga lumayan luas dan representatif. Dosen nya pinter-pinter juga, meski ada beberapa yang menurut saya kurang nyambung dengan mahasiswanya. Yah mungkin ini bisa jadi pe-er buat Uniga khususnya fikom buat meningkatkan kualitas tenaga pengajar, biar Uniga tambah maju lagi :)

Tapi sampe saat ini ada satu hal yang masih kurang kece di Uniga. Hotspot nya leleeeeeeetttt bangeeeeeetttt. Harap diperbaiki lagi yah, masa Uniga yang notabene universitas paling oke di Garut hotspotnya gak oke.  Kan kalo hotspotnya lancar, browsing tugas (ditambah fesbukan dan twitteran dan download film)nya juga ikutan lancaaaaar :D

Okedeh segitu aja ya pak curhatan nya. Semoga bapak mau berbaik hati ngasih saya nilai yang bagus ya, hehe. Wassalamualaikum J

Minggu, 25 Maret 2012

alasan kenapa seseorang berubah


dirimu meninggalkanku, saat ku benar benar mencintaimu
jejakmu semakin menjauh, saat hatiku luluh karenamu
sadarkah engkau bagaikan embun pagi, sejukkan mataku
engkau adalah resah gelisahku
...
#The Moon - Embun

Pernah gak, deket sama seseorang [baca : lawan jenis] karena kepribadiannya yang lucu dan nyenengin? Tapi satu hari dia pergi menjauh dan berubah jadi orang yang berbeda, ninggalin kita dengan kenangan tentang dia yang sama sekali bebeda dengan dia yang sekarang. Sedih banget kan?
Jangan pernah nyiksa diri dengan pertanyaan “kenapa dia berubah?” Hal kaya gini emang bikin galau. Satu sisi dimasa lalu secara gak langsung dia udah ngasih harapan ke kita, tapi pas hati udah bilang iya, ehh dianya malah berubah bahkan menjauh. Beeuuuhh cerita gue banget ini mah, hahaha :D



Sebenernya ada penjelasan yang cukup logis buat ini, maaf deh kalo sok tau. Tapi dari mata kuliah Pengantar Komunikasi yang dikasih dosen saya, disitu dibahas satu prinsip komunikasi, kalo komunikasi tuh bersifat prosesual, dinamis, dan transaksional. Gini intinya “..apa yang kita ketahui mengenai orang lain hanyalah memori kita mengenai saat saat kita mengenalnya, dan orang itu berubah sejak saat itu..” #T.S Eliott, The Cocktail Party
Komunikasi sebagai proses bisa dianalogikan dengan pernyataan Heraclitus enam abad sebelum Masehi, bahwa “Seorang manusia tidak akan melangkah disungai yang sama dua kali” –aduh ruwet banget katakatanya- Pada saat yang kedua kali menyeberang, manusia itu berbeda, begitu juga sungainya. Begitu juga untuk kali ketiga, keempat dan seterusnya, maka penyeberangan itu bukanlah fenomena yang sama. Kita sendiri sudah berubah, dari segi usia menjadi lebih tua, dari pengalaman juga lebih meningkat. Sungai itu pun sudah berubah. Air yang kita seberangi pun sudah mengalir entah kemana. 
Begitu juga dengan dia, dalam hidup gak pernah ada saat yang sama datang dua kali. Hari ini kita bersamanya, dan dia ada untuk kita. Hari esok dan seterusnya mungkin dia gak bakalan sama lagi karena apa yang kita tau tentang dia yang kita suka hanyalah kenangan di hari kita bersamanya.
Satu contoh lagi, kalo komunikasi bersifat dinamis dan transaksional. Mungkin buat kalian yang cowok, pernah suka sama satu cewek dan berusaha mati-matian buat nunjukin kalo kalian care sama cewek itu, dengan selalu ada buat dia dan nurutin semua yang dia mau. Lalu hasilnya? Mungkin kalian jadi ngerasa tambah deket sama cewek itu, biarpun mungkin si cewek ngerasa biasa aja dan gak ngebales perhatian yang udah kalian kasih.
Penelitian –gak tau bener apa nggak, aku baca di buku tapi gak dicantumin penelitian darimana- membuktikan, bahwa bila Anda berusaha membujuk orang lain, maka seringkali Anda menjadi orang yang lebih terbujuk.
Seorang yang berbicara tentang bahaya merokok pada orang lain, pada saat yang sama dia berusaha keras buat ngeyakinin dirinya kalo ngerokok tuh emang gak baik. Begitu juga dengan cowok yang bilang sayang ke cewek yang dia suka, disaat yang sama dia udah ngeyakinin dirinya kalo dia emang beneran sayang sama cewek itu.
Mungkin apa yang aku bahas disini hanya faktor sok tau, tapi kalo dipikir pikir, emang ngena banget apa yang dibilang dosen waktu itu, “..apa yang kita ketahui mengenai orang lain hanyalah memori kita mengenai saat saat kita mengenalnya, dan orang itu berubah sejak saat itu..” Dan gara-gara ini, aku jadi bisa lebih nerima apa yang udah aku alamin, ditinggal seseorang yang aku suka terus dia berubah jadi orang lain. Hahaha curhat dikit boleh ya :p Biarpun masih ada satu tanda tanya segede gajah yang gak pernah bisa aku jawab, tentang kenapa dia berubah. Padahal sebelumnya dia begitu perhatian dan selalu ada kapanpun aku butuh. Tapi ya sudahlah, semuanya udah lewat, dan mungkin apa yang aku rasain tentang dia CUMA KE-GE ER-ANKU BELAKA, kayak yang udah aku bahas diatas :)
Jadi sekarang, gini aturan mainnya : “JANGAN PERNAH NGERASA DEKET SAMA SESEORANG DAN BERHAK ATAS DIA SEBELUM DIA SENDIRI YANG MENGATAKANNYA”
oke guys, thanks udah baca ke-sok tau-an nya aku :p
mudah-mudahan bermanfaat buat kalian yang lagi dilanda galaaaau, hahaha :D

Jumat, 23 Maret 2012

Sinetron Indonesia vs Drama Korea

Berawal dari mamahku yang super rese, yang tiap sore pasti nongkrong depan tv buat mantengin drama Korea. Orang rumah dibuat gak berkutik gara-gara remote tv yang di invasi habis di genggaman mamah. Aku yang tak berdaya tak punya pilihan lain selain duduk manis dan ikutan manteng depan tv, nonton drama Korea. Dan hal ini terus berulang, hari, minggu, bulan sampe saat ini jadi tradisi dirumah kami. Tiap sore mamah dan anaknya pasti udah nongkrong epan tv buat nonton Drama Korea :p

Nah itulah sekilas info bagaimana asalnya aku suka banget sama K-Drama. Dan mungkin saat ini banyak Khalida Khalida lain yang sama-sama terhipnotis sama pengaruh K-Drama, khususnya di negara kita tercinta Indonesia :p

Kenapa sih K-Drama begitu diminati? Biarpun belom ada survei resmi tentang ini, tapi bisa diliat kan, betapa kuatnya pengaruh K-Drama saat ini. Bahkan slah satu provider selular berinisial KARTU AS #ups :p turut mengangkat fenomena ini di iklan terbarunya yang menurutku sih agak berlebayan. Tau kan, itu loh "aku gak punya pulsaaaaaa...." Oke kita lanjutkan :p




Nah bahasan kali ini aku mau coba bandingin K-Drama sama sinetron kita. Kenapa sih sinetron kita kalah jauh sama K-Drama. Cekidot !

1. Script yang berbobot
Ini nih yang tidak (atau mungkin belom) dimiliki sinetron kita. Script yang bagus ! K-Drama sebenernya punya cerita yang relatif simpel tapi berbobot, ditambah dengan script yang bagus. Digarap dengan total dan konsisten sehingga menghasilkan drama yang menakjubkan #jiaelah :p Sebut aja Full House. Selain it mereka juga selalu memasukkan unsur budaya Korea, sehingga secara nggak langsung turut mempromosikan budaya mereka ke negara lain. Hebat gak tuh?
Bandingin deh sama sinetron kita. Ceritanya cenderung gak masuk akal, digarap dengan tidak cerdas, sehingga melahirkan tontonan yang gak mendidik.Satu ciri khas sinetron kita, pasti selalu ada adegan pemain-biasanya togoh antagonis- yang marah marah terus matanya dibikin melotot, ditambah make-up super menor, gak peduli si tokohnya itu pembantu, anak sekolah, bahkan lagi tidur selalu full make up. Parah bener dah. 
Coba deh, ada gak K-Drama yang nampilin adegan anak melototin ibunya sambil bersumpah serapah? Beuh itu mah sinetron Indonesia banget, sibuk mengejar rating tinggi dengan menyajikan tontonan yang gak mendidik.Miris banget yah?

2. Aktor dan aktris yang hebat
Bukan rahasia lagi kalo aktor dan aktris Korea emang cakep cakep :P Eits tapi gak moal cakep doang yah, mereka juga punya talent akting yang keren ditambah totalitas terhadap peran, sehingga cerita bisa tersampaikan dengan total pula. Sebut aja Rain di a Love to Kill dan Lee Min Ho di City Hunter.
Aktor dan aktris Indonesia sebenernya gak kalah cakep kok, tapi sayangnya mereka terjebak di sinetron yang gak mutu sehingga akting mereka pun relatif biasa aja menurut aku. 

Rain di a Love to Kill


Lee Min Ho di City Hunter


3. View yang bagus dan sinematografi yang sempurna
Tau kan K-Drama selalu total dalam memilih setting di setiap episodenya. Mereka pinter mamerin keindahan alam Korea ditengah cerita yang romantis. Ditambah efek pencahayaan dan sinematografi yang apik, jadi betah deh nontonnya :D


 Coba bandingin sama sinetron kita-gak perlu disebutin lah judulnya apa- Settingnya disitu-situ aja. Sering banget nemu pasar yang keliatan banget dibuat dadakan di sinetron, adegan jalan raya dadakan, dan payahnya keliatan banget boongannya. Kesannya jadi kayak yang pengen ngirit budget gitu, tap aneh rating nya selaluuuu tinggi -_____-

4. Soundtrack yang kereeeeen
Satu lagi kelebihan K-Drama dibanding sinetron kita. Mereka bisa meramu cerita dengan lagu-lagu yang mendukung situasi ceritanya. Entah ceritanya lagi seneng atau sedih, selalu diiringi lagu yang makin menguatkan pesan yang pengen disampein. Dan tentunya-biarpun sebenernya gak ngerti- lagunya selalu enak dikuping,dan bahkan mendorong penontonnya buat nyari tau tentang ost drama yang mereka tonton.Bener-bener paket lengkap deh, cerita yang bagus, pemain yang hebat, ditambah view an soundtrack yang oke punya. Contoh, Fox Rain di My Girlfriend is Gumiho, My Everything di Boys Before Flower dan That Man di Secret Garden.
Kalo sinetron Indonesia? Tau kan backsound jangjang jengjeng gajebonya sinetron Indonesia. Setia mengiringi pemainnya yang saling melotot dan melempar kata  kata kasar. Sekalai lagi poin minus sinetron kita yang baiknya sih diperbaiki, berhenti memberi contoh gak baik pada penonton, khususnya anak anak !

Sip kayaknya segitu aja deh curhatan kali ini. Memanjang melebar yah? Haha mudah mudahan bisa bermanfaat dan memajukan sinetron Inonesia yang saat ini sedang terpuruk. Kalo Korea bisa bikin K-Drama yang hebat, kenapa kita nggak dengan sinetron nya? :D

Senin, 19 Maret 2012

Fikom Uniga di Mataku



Uniga, tempatku menghabiskan separuh waktuku selama 8 bulan terakhir. Tempatku bertemu banyak orang baru (ribet banget bahasanya)
Perjalananku dimulai ketika masa aktifku sebagai pelajar SMK berakhir. Beranjak dari dimensi paling edan dalam hidup ke tempat yang teramat asing –jiaelah- yang bertitel universitas (haha teu puguh kieu euy :p)
Awalnya sih sangat males banget sekali. Gara-gara gak dibolehin kuliah diluar Garut –apaan kuliah di Garut, gak asik atuh mamaaaah- Tapi yasudahlah, daripada gak dikuliahin :D
Berhubung di Garut pilihan sekolah tingginya belum sebanyak di Bandung, akhirnya dari hasil capcipcup terpilihlah Fakultas Ilmu Komunikasi jurusan Public Relations di Universitas Garut. Alasan lain pilih kesini gara-gara pengen melarikan diri dari apapun itu yang ada matematikanya, hahaha. Goodbye my big enemy. Bawaannya woles ajaaa, kuliah di daerah ini. Yang penting kuliah we lah :p
logo Uniga

Setelah melewati Ujian Saringan Masuk dan 2 hari Masa Pra Studi yang edan dan melelahkan, akhirnya resmi juga jadi mahasiswi, horeeh :D Maka perjalanan baru Khalida Sri Utami sebagai mahasiswi Uniga pun dimulai #tatarataraaa :D

8 bulan pertamaku di Uniga, lambat laun pandanganku yang super dangkal tentang Uniga mulai berubah. Ternyata kuliah di daerah gak sesuram yang dibayangkan, wkw. Dosennya pinter-pinter :D Persepsiku tentang Fikom juga mulai berkembang. Ternyata prospeknya gak sesempit yang kukira ya.
Belajar di universitas gak sama sama belajar di sekolah. Kita dituntut mandiri dan kritis. Otomatis Khalida yang cintakasur gak bisa tinggal diam kalo pengen dapet nilai bagus :D
Belajar di Uniga memberiku banyak teman baru. Gak cukup dengan temen sekelas, atas faktor iseng aku ikutan Badan Eksekutif Mahasiswa alias BEM. Yah lumayan lah, bete juga kalo cuma kuliah kuliah dan kuliah saja mah !



kampus uniga

Dan lagi-lagi, persepsi awal buat BEM yang cuman ‘lumayan’ pun mulai berubah. Di BEM aku belajar banyak soal kepemimpinan, kerja tim, dan organisasi tentunya. Padahal selama jadi anak sekolah gak pernah tuh aktif di ekskul apapun, hahaha. Ini ternyata kehidupan berorganisasi (aih bahasanya :P) Asik juga yah :D


divisi kesenian BEM Fikom Uniga di event bareng UNPAD :D
jeprat jepret jepruuut !

Masuk semester 2, ternyata ketemu lagi sama matematika. Masya Allah kirain di fikom gak bakal ketemu beginian, ternyata ada statistik -____- Sebenernya ini matkul buat semester 4. Tapi berhubung IP semester 1 memungkinkan buat ngambil matkul dari semester atas, dan banyak temen yang ngambil juga, akhirnya ini statistik diambil juga. Simsalabim ajalah, semoga selamat, hahaha. Tapi abis berapa kali kuliah, ternyata gak seserem yang dibayangin loh. Asik juga yah belajar statistik. Terlebih dosennya ngomong gini “Gak usah dianggap susah, anggap aja hiburan”
Satu lagi pelajaran “gak boleh nyerah dan berpikir negatif sebelum mencoba sesuatu yang baru, siapa tau nantinya malah jadi menyenangkan” :D
Oya, buat kampusku tercinta, aku punya sedikit saran nih. Koleksi perpusnya dibanyakin dong, yang baru-baru. Kebanyakan buku jaman jebot semua, hehe. Hotspotnya juga lebih digeber lagi yah, kadang suka lemot. Sistem akademiknya diperkuat lagi, soalnya menurut saya saat ini masih agak lemah. Mudah-mudahan mesjidnya cepet jadi biar mahasiswanya tambah rajin sholat :D Fasilitasnya juga dibanyakin lagi yah, khususnya fikom yang notabene masih baru, kelasnya juga dibanyakin, biar gak ada lagi acara bentrok kelas dsb.
Okedeh curhatnya cukup sekian dan terimakasih ! Haha. Loveeeeee Uniga welah :* :D

Sabtu, 17 Maret 2012

Yui - Namidairo

Getting a feeling that I'm being disliked.. on the way home
Looking up at the brightness of the room
I wonder what kind of feelings I'm experiencing now

When we get into a fight I apologise immediately
I'm weak, and you are such a sly person

During nights when my tear-stained voice cannot be heard
I want to become wilful even if it means being a nuisance
Tried to say I'm alright but
That's not possible isn't it

I’m accustomed to seeing my sorrowful face reflected in the puddle
Because I'm fully aware of my intention not to say that I give up/in… I become hurt

Whenever I'm treated gently by you I will feel like crying, you’re really such a sly person afterall

During nights when my tear-stained voice cannot be heard
I want to become wilful even if it means being a nuisance
Tried to say I'm alright but
That's not possible isn't it

In front of you I’m such a liar you know
Kept thinking “I hope that you would realise this”
Because I’m not in the least that strong at all

Despite already deciding not to allow my tears to fall
I'm troubling you ain't I? I just can’t be wilful

Once again I asked myself if I was alright but
That’s not possible isn’t it



ooooh ini dia translet lagunya Yui, Namidairo :D Pertama denger ini lagu kok sedih banget ya, padahal gak ngerti artinya apaan :p Dan setelah tau artinya apa, aku jadi tambah suka sama lagu ini-lagunya Yui emang enak -enak semua- hehe. Maknanya dalem, sedalem sumur hahaha. Dan Yui bisa banget ngasih soul ke lagu ini, sampe aku yang gak ngerti pun bisa ngerasain kesedihannya (sok asik banget)

Yui Aragaki, penyanyi cewek asal Jepang yang menurutku suaranya aneh. Pertama denger lagu Yui di radio. Dan dari situlah awalnya suka sama lagu-lagunya Yui. Kalo lagi denger lagu-lagunya Yui tuh jadi serasa punya dunia sendiri (apasih) Musiknya unik, apalagi suara gitarnya, khas gitu, rancak lah kalo kata orang Sunda #plaak










Rabu, 14 Maret 2012

a Crazy Little Thing Called Love !


Senin, aku menunggu
Selasa, aku pun masih menunggu
untuk melihat apa kau baik-baik saja
Rabu, kau masih tidak disini
tak peduli pagi ini atau nanti
Kamis juga masih kosong
Jum'at, Sabtu atau Minggu
setiap hari aku rindukan dirimu
tak seharipun kau kembali...
...seperti hari yang lau
di hari aku bertemu denganmu
hari dimana kita saling berpegangan tangan
hari dimana aku mencintaimu
hari dimana aku bicara denganmu
hari dimana kau mendengarkanku
berapa lama lagi akan begini? aku tak tau
berapa banyak bulan atau tahun?
berapa jutaan memori masa lalu?
aku selalu merindukanmu


Sebuah lagu yang dengan lirik yang sederhana namun amat berkesan buatku, aku sampai menangis saat Nam dan tiga temannya menyanyikan lagu ini di film Thailand yang baru saja ku tonton, a Crazy Little Thing Called Love.
Awalnya sih aku gak begitu tertarik dengan film ini, terlebih dengan alur ceritanya yang menurutku pasaran, cewek cupu yang naksir sama cowok paling ganteng dan populer disekolahnya. ABG banget gitu loh, haha. Dan kemarin gara-gara gak ada kerjaan, alih-alih bosan akhirnya film ini ku tonton juga. Setelah sekian lama nih film nongkrong aja dilaptop tanpa pernah ditonton, hehe.
Menit-menit awal ceritanya udah mulai ketebak, tapi lama-lama kok seru juga yah. Karakter si Nam yang diperanin sama siapa lah-namanya ribet- keliatan natural banget. Terlebih tokoh si cowok, Shone yang diperanin sama Mario Maurer nya ganteeeeng bangeet, hahaha. Jadi betah nontonnya :D
Sebenernya cerita kayak gini gini mah udah sering banget jadi cerita film, simpel dan gampang ketebak. Tapi asli deh film ini beda, bener-bener berkesan. Sutradaranya pinter banget bikin alur senatural mungkin, tanpa embel-embel drama yang berlebayan dan banyak adegan lucu yang gak dibuat-buat. Dan satu lagi yang bikin film ini jadi natural yaitu dandanan para pemainnya yang beda jauuuuuh sama pemain sinetron Indonesia, hahaha.


Film ini bisa bikin penontonnya tertawa, menangis dan belajar dalam waktu bersamaan. Mimpi bisa jadi nyata kalo kita mau berusaha. Selain itu satu pesan dari film ini bahwa cinta sejati tak pernah memandang rupa, entah cewek itu pendek, hitam dan apalah. Cewek itu tetap cantik, secantik bunga yang sedang mekar. Karena cinta yang sejati datang dari hati dan akan selalu mampu menerima dia apa adanya.
Ini film sesuatu banget deh buat ditonton, banyak pelajaran yang bisa diambil plus bonus bisa ngeliatin Mario Maurer yang supeeeerrrr tampan :D Makasih buat Aji Dadan Permana yang udah rekomen film ini :)
Mario Maurer :D

Jadi inget cinta pertama pas disekolah #upsmalahcurhat hahaha

Sabtu, 10 Maret 2012

naon we lah bebas !

Hari ini 10 Maret 2012 dosen saya Pak Dadan yg ngajar mata kuliah Teknologi Komunikasi nagih tugas 2 minggu yg lalu sama anak-anak, masing-masing harus udah punya blog. Eh ternyata ada 4 mahasiswa yg gak nurut, dan diantara 4 mahasiswa itu ada seorang Khalida Sri Utami yg dengan wajah tanpa dosanya berani pertama ngacungin tangan dan ngaku gak ngerjain apa yg disuruh dosen. Alhamdulillah yah dosennya bageur Khalidanya gak di apa2in :D (haha garing kieu euy). Oke kita lanjutkan
Nah begitulah ceritanya bagaimana Khalida yang gaptek akhirnya punya sebuah blog. Dengan kemampuan nulis yg masih acak2an dan berantakan saya harap kedepannya bisa mengembangkan blog ini buat jadi sesuatu yg bermanfaat dan gak cuma sekedar menuhin tugas kuliah.
Teu puguh nya? bae da abi haha. Salam cenat cenuts ! wkwkw :p